Beranda » Blog » SEDEKAT APAKAH KITA DENGAN ALLAH?

SEDEKAT APAKAH KITA DENGAN ALLAH?

SEDEKAT APAKAH KITA DENGAN ALLAH?

Oleh: Abdullah Zaen

Kedekatan seorang hamba dengan Allah ta’ala sangat mempengaruhi kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, hati yang dekat dengan Allah akan dipenuhi ketenangan dan kebahagiaan. Ia lebih mudah bersabar, bersyukur dan merasa cukup. Sehingga hidupnya lebih terarah dan bermakna. Sementara di akhirat, kedekatan itu menjadi sebab utama keselamatan dan kemuliaan. Karena Allah mencintai hamba-hamba yang dekat kepada-Nya dan menyediakan balasan terbaik bagi mereka berupa surga dan keridhaan-Nya.

Level kedekatan hamba dengan Allah bisa terbagi menjadi tiga: Islam, Iman dan Ihsan. Tiga tingkatan ini disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Hadits Jibril yang masyhur, dan mencerminkan sejauh mana relasi seorang hamba dengan Rabb-nya.

  1. Tingkatan Islam: Kedekatan Lahiriah

Tingkatan ini adalah level dasar dalam hubungan seseorang dengan Allah. Orang yang berada di level ini telah mengucapkan dua kalimat syahadat, menjalankan shalat, berpuasa, menunaikan zakat jika mampu, dan berhaji bila mampu.

Namun, pada tahap ini, kedekatan masih terbatas pada ibadah-ibadah fisik dan aspek syariat yang tampak. Seorang muslim bisa saja masih merasa jauh dari Allah; karena belum menghayati ibadahnya. Ia melaksanakan kewajiban, tapi barangkali belum merasakan manisnya iman.

Contoh: Seseorang melaksanakan shalat lima waktu, tapi masih sering terburu-buru dan hatinya belum benar-benar hadir saat shalat.

  1. Tingkatan Iman: Kedekatan Keyakinan dan Hati

Naik satu tingkat dari Islam adalah iman. Di sini, seseorang tak hanya menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi juga mengimani dengan sepenuh hati: keberadaan Allah, para malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari kiamat dan takdir.

Kedekatan dengan Allah pada tahap ini lebih intens dan bersifat batiniah. Seorang mukmin mulai merasakan pengawasan Allah, merasa sedih jika jauh dari-Nya dan bersungguh-sungguh menjaga keimanan.

Contoh: Ia menjaga shalatnya dengan khusyuk, meresapi doa, menghindari riba meski ada peluang dan rela kehilangan dunia demi ridha Allah.

  1. Tingkatan Ihsan: Kedekatan Spesial dan Mendalam

Inilah puncak kedekatan dengan Allah. Ihsan didefinisikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

«أَنْ تَعْبُدَ ‌اللَّهَ ‌كَأَنَّكَ ‌تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak mampu menghadirkan perasaan itu, maka yakinlah sesungguhnya Dia melihatmu”. HR. Bukhari (no. 50) dan Muslim (no. 8).

Di level ini, seorang hamba hidup dalam kesadaran penuh akan pengawasan Allah. Ia tidak hanya melaksanakan ibadah, tapi benar-benar merasakan kedekatan dengan Rabb-nya dalam setiap helaan nafas, gerak dan diamnya.

Contoh: Hatinya selalu terhubung dengan Allah; ia menangis karena takut kehilangan kedekatan dengan-Nya, ia menutup pintu maksiat bahkan saat sendirian; karena ia merasa diawasi oleh-Nya.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 17 Dzulhijjah 1446 / 13 Juni 2025

AGEN KEBAIKAN
REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA = 081128087654

Bergabung channel WA
https://whatsapp.com/channel/0029Vb1xBMP42DcjWQVvZ61L

Facebook
www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/

Telegram
https://t.me/ustadzabdullahzaen

Soundcloud
https://soundcloud.com/ustadzabdullahzaen

Instagram
https://www.instagram.com/abdullahzaenofficial/

Youtube
https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×

Omah Buku Muslim

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu