Beranda » Blog » FAIDAH,NASIHAT DAN KISAH MENARIK DARI PERJALANAN BERSAMA AL QURAN

FAIDAH,NASIHAT DAN KISAH MENARIK DARI PERJALANAN BERSAMA AL QURAN

Faidah, nasihat, dan kisah menarik dari perjalanan bersama Alquran bersama Syaikhah Nada Al-Qahthani حفظها الله (Muqriah asal Hail, Saudi Arabia)

Masiir (kisah perjalanan) bersama Alquran – Syaikhah Nada Al-Qahthani (Muqriah dari kota Hail)

Dulu saat Syaikhah Nada belum khatam Alquran, ada seorang Syaikhah bersanad dari Madinah bernama Syaikhah Fathimah Husain Addikhairi yang datang ke kota Hail (kota Syaikhah Nada) untuk mengajar beliau dan mu’allimat di Hail.

Saat itu di kota Hail tidak ada muqriah, bahkan Syaikhah Nada dulu tidak paham apa maksud sanad. Karena mereka tidak memiliki guru yang mengajarkan Alquran secara bersanad dan tidak ada rumah-rumah Alquran seperti sekarang.

Syaikhah Fatimah mengajar program I’dad Mu’allimat (persiapan untuk menjadi guru).
Dan setelah selesai program I’dad Mu’allimat, Syaikhah Fathimah bertanya berapa hafalan Syaikhah Nada, dan setelah tau bahwa hafalannya baru 11 Juz. Syaikhah Fathimah berkata kepada Syaikhah Nada, “Apa kau siap jika tahun depan saya datang lagi, kau sudah khatam Alquran dan saya kasih sanad?”
Saat itu Syaikhah Nada terkejut dan tidak percaya, sampai beliau toleh ke belakang, kanan, kiri, beliau pikir mungkin Syaikhah Fatimah bicara kepada orang lain.
Lalu Syaikhah Fathimah bilang, “Kamu ya Nada.” Lalu Syaikhah Nada bilang, “Insyaallah..”

Dan ini menjadi salah satu sebab Syaikhah Nada semakin semangat menyelesaikan hafalannya.
Sampai akhirnya Syaikhah Nada Khatam tapi qaddarallah Syaikhah Fathimah tidak bisa kembali ke Hail.

Meskipun daurahnya singkat hanya 1 tahun dengan jadwal sepekan satu kali, namun beliau berkata bahwa Syaikhah Fathimah memiliki jasa dan pengaruh yang sangat besar bagi para mu’allimat di Hail –biidznillah-

Kemudian Syaikhah Nada pernah ikut program I’dad Mu’allimat yang lain. Yang mana Syaikh Ibrahim Al-Akhdar yang mengajar mu’allimat di sana, termasuk di antaranya Syaikhah Nada.
Lalu Syaikh Ibrahim menunjuk 2 orang untuk mengajar teman sesama halaqahnya dan salah satu yang ditunjuk untuk mengajar adalah Syaikhah Nada, padahal Syaikhah saat itu belum mendapat ijazah, sedangkan teman-teman yang lain ada yang sudah dapat ijazah sanad.
Sampai ada yang tanya ke syaikh, “Apa mungkin kita belajar ke orang yang belum dapat ijazah? Sedangkan kami sudah punya ijazah?”
Lalu Syaikh Ibrahim, “Apa kalian tidak setuju dengan keputusanku?”
Akhirnya mereka setuju dengan keputusan Syaikh Ibrahim.
Pesan bagi penghafal dan mu’allimat Alquran :
Mereka harus berbeda dari yang lain, jangan sampai sama seperti orang umum pada biasanya.
Jangan jadi orang yang banyak keluar rumah tanpa alasan yang kuat.
Bukan berarti tidak boleh keluar rumah, boleh keluar, tapi jangan sering.
Di dalam menghafal dan mengajar harus sabar, harus berjuang, jangan kira hafalan akan kuat kalau kau banyak keluar rumah untuk main-main dan bersenang-senang.

Dalam menghafal harus kembali ke tafsir, karena ini membantumu di dalam menghafal, dan agar Alquran tidak menjadi hujjah yang memberatkan atasmu karena hanya menghafal tapi tidak paham apa makna ayat yang dihafal.

Dalam menghafal harus dalam keadaan fokus, jangan menghafal tapi pikiranmu terpecah karena kau akan lupa lagi. Dalam menghafal harus benar-benar hadirkan hati dan pikiran, perhatikan urutan ayat, cari robthul (penghubung) ayat antara satu ayat dengan ayat lain, cari tafsirnya. Jangan hafal satu ayat lain sedangkan ayat sebelumnya belum kuat.

Dalam menghafal dan murojaah harus punya guru yang mutqin dan teman yang semangatnya lebih tinggi darimu, jangan cari teman yang semangatnya lemah, sehingga kau akan ikut lemah.

Menjaga niat merupakan hal yang harus diperhatikan setiap kali masuk ke dalam majelis. Syaitan sangat semangat untuk memalingkan hati dan memasukkan rasa ‘ujub ke dalam hati manusia. Ingat, bahwa salah satu golongan yang akan diseret pertama kali ke neraka adalah penghafal dan pembelajar Alquran yang niatnya agar disebut qari’.
Kalau kau ‘ujub dan riya’ ini semua akan menghapus amalmu.
Tidak akan tersisa apa yang kau lakukan bersama Alquran kecuali jika kau melakukannya dengan ikhlas.

Pesan bagi para guru di dalam mengajar :
Seorang guru harus sabar.
Harus berusaha untuk memahami keadaan murid, cintai muridmu, layaknya mereka anak-anakmu.
Ketahuilah bahwa kondisi setiap murid itu berbeda-beda. Kadang ada murid yang lingkungannya tidak mendukung mereka untuk menghafal dan belajar Alquran, maka bersabarlah atasnya.
Begitu pula jika ada murid yang tidak memiliki akhlak penuntut ilmu, maka kita harus sabar menghadapinya sampai -biidznillah- ia berubah menjadi lebih baik.

Murid akan sangat terpengaruh dengan gurunya.
Maka, jadilah guru yang dekat dengan murid-muridmu, buatlah hubunganmu dengan muridmu berkelanjutan, bangunlah hubungan layaknya hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya. Bukan hanya dekat ketika belajar dan mengajar, kemudian setelahnya seolah tidak ada hubungan apa-apa.
Ketika ada kesalahan murid, jangan kasih nasihat dengan keras, tapi harus sabar. Layaknya kau menanam bibit, kau harus sabar merawatnya, sampai ia tumbuh. Dan begitu juga di dalam bermuamalah dengan murid, harus sabar, sampai terlihat atsar (pengaruh) baik muridmu. Jadilah teladan yang baik bagi murid-muridmu.

Pesan bagi para murid di dalam belajar :
Thalibah harus menghormati mu’allimah.
Tidak ada yang memiliki keutamaan besar setelah Allah, kemudian orang tua, seperti keutamaan dan jasa mu’allimat Alquran.
Murid harus paham nilainya seorang guru, hormati mereka, perhatikan mereka, tanya kabarnya.
Ingat bahwa حسن العهد من الإيمان
Jangan sampai kau hanya mengambil ilmu darinya, kemudian kau melupakan jasa guru Alquranmu.

Kapan seseorang bisa mengambil ijazah sanad?
Ketika mutqin (kuat dan benar) dari segi hafalan dan bacaan.
Memang tidak ada orang yang 100% mutqin, tapi minimal kita memiliki itqan yang cukup bagus, dan berusaha untuk memenuhi standar itqan dan standar yang ditetapkan di majelis sanad.

Jika ingin belajar, mulai belajar dari mana?
Ketika ingin belajar, mulailah belajar dari Alquran. Kemudian lanjut ke ilmu tafsir.
Ketahuilah bahwa Alquran adalah مَنْبع (sumber) dari segala ilmu, layaknya sumur, semakin dekat dengan sumbernya, maka airnya akan semakin jernih.
Tidak ada ilmu yang lebih murni dan lebih jernih seperti Alquran.
Makanya ulama salaf mengarahkan ketika ingin belajar untuk memulai belajar dari Alquran, kemudian pindah ke ilmu yang lain, seperti hadits, akidah, dst.

Termasuk adab di dalam menyusun buku adalah meletakkan buku tafsir Alquran di rak paling atas.
Karena tafsir merupakan ilmu yang paling mulia. Dan semakin dekat ilmu dengan Alquran, semakin dia menjadi ilmu yang agung dan mulia.

Bagaimana jika merasa ada kekurangan di dalam interaksi dan muraja’ah hafalan Alquran :
Perbanyaklah taubat..
Ketahuilah bahwa ia telah mengganti sesuatu yang lebih baik dengan yang lebih rendah.
Ini adalah hal yang sangat menyedihkan, bagaimana mungkin seseorang yang dulunya merasakan kebahagiaan bersama Alquran lalu ia justru menjauh dari kebahagiaan itu? Yang dulunya ia mendapat cahaya, kemudian meninggalkan cahaya tersebut.
Maka, perbanyaklah istighfar.
Tidaklah seseorang terhalang dari kebaikan kecuali karena ada dosa yang dikerjakan, terlebih maksiat saat sendiri.
Perbanyak doa, serta jaga keselamatan dan kebersihan hati, sehingga hati kita layak membawa cahaya ilmu dan Alquran.

Di antara surat favorit Syaikhah Nada :

  1. Surat Al-An’am karena ayatnya banyak berbicara tentang Tauhid.
  2. Surat Al-Ikhlas, beliau sangat menyukai surat ini.
  3. Surat Ad-Dhuha, karena surat ini penghibur untuk hati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang sedih. Bacalah tafsir dari surat ini.

Nasihat untuk menguatkan hafalan sebelum Ramadhan :
Berusahalah untuk menguatkan hafalan sebelum bulan Ramadhan, sehingga ketika Ramadhan kita bisa muraja’ah dan sard dengan lancar. Makanya bulan Sya’ban disebut sebagai syahrul qurra’, karena mereka mulai semangat menjaga Alquran di bulan Sya’ban untuk persiapan di bulan Ramadhan.

Wasiat penutup dari Syaikhah Nada :
Perhatikan masalah niat, kita harus terus memperbaharui niat di setiap waktu.
Jika kita mulai merasa syaitan memalingkan niat kita, kembali perbaharui niat.

Perbanyak doa minta keteguhan dan keistiqamahan.
Jangan kira istiqamah itu mudah, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu baca doa
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
“Wahai Dzat yang Maha Membolak Balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Lalu bagaimana menurutmu dengan kita di zaman fitnah sekarang?
Jangan coba-coba mendekati fitnah dan maksiat, jangan merasa “saya sudah istiqamah” sehingga kau terfitnah dan celaka.

Ingatlah, meski kau berkhidmah bertahun-tahun untuk Alquran, Demi Allah tidak akan tersisa pahala untukmu kecuali apa yang kau kerjakan karena Allah.

Gelar mungkin bisa tersisa dan dikenang bahwa dahulu kau seorang mu’allimah, kau muqriah, tapi tidak akan benar-benar tersisa amalanmu kecuali apa yang kau kerjakan karena Allah.

Faidah dari sesi Tanya Jawab :

Apa wasiat untuk orang yang baru mau belajar Alquran?
Mulailah dengan doa dan isti’anah (memohon pertolongan Allah)
Tidak ada hal yang lebih agung dari doa, dan setelah doa, insyaallah Allah akan mudahkan setelahnya.

Bagaimana jika sudah hafal Alquran tapi takut masuk ke majelis Ijazah Sanad, karena merasa belum siap untuk mengambil sanad?
Kita semua ingin masuk ke majelis ijazah, tapi ini tidak harus.
Masuklah ke dalam tempat kebaikan yang Allah buka dan mudahkan untukmu.
Luruskan niatmu, jangan fokuskan niatmu hanya sekedar ingin mengambil ijazah. Jangan sedih kalau kau belum dimasukkan ke dalam majelis ijazah, yang penting kau berusaha, dan Allah tidak akan sia-siakan usahamu.

Ketika hafalan banyak yang lupa, apa terus lanjut menghafal atau berhenti menghafal dan fokus menguatkan hafalan?
Teruslah lanjut menghafal dan sambil muraja’ah, insyaallah kau akan memutqinkannya.
Karena kalau kau berhenti menghafal, hal ini akan membuatmu putus asa dan melemahkan semangatmu. Karena kau akan terus mengulang dari awal. Insyaallah dengan berjalannya waktu kau bisa menguatkan hafalan.

Apa boleh mengajar tapi belum sempurna ilmunya?
Tentu saja, sebagaimana perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam بلغوا عني ولو آية
“Sampaikanlah dariku walau satu ayat.”
Boleh mengajar sebatas yang memang kau pahami dan yakini benar. Selama kau memang sudah paham, maka ajarkan semampumu.
Kalau mendapati hal yang kita belum tau, katakan wallahua’lam.
Karena kalau menunggu sempurna baru mengajar, tidak akan bisa.

Bagaimana menghadapi murid yang terlalu sering memuji gurunya?
Kalau ada murid yang suka memuji, tunjukkan bahwa kau tidak suka pujian, maka insyaallah murid akan berhenti memuji. Tapi kalau kau terlihat senang-senang saja dan menikmati pujian tersebut, maka mereka akan terus memuji.
Sampaikan dengan baik, tidak penting pujian bagiku, guru harus jelaskan bahwa tidak selayaknya seseorang banyak memuji karena ini dapat menjadi fitnah dan mengganggu keikhlasan gurunya.

Bagaimana menghilangkan rasa malu ketika bacaan kita ada salah saat belajar kepada seorang guru?
Tanya dirimu sendiri, “Kenapa aku harus malu? Apa tujuan aku masuk ke dalam kelas ini?”
Bukankah kalian masuk ke dalam kelas karena ingin belajar? Maka, jangan malu di dalam belajar.
Ketahuilah bahwa gurumu juga pernah sepertimu. Dan selama kau terus belajar, kenapa harus malu? Insyaallah lama-lama kesalahan itu akan membaik.

Bagaimana jika harus bekerja tapi ingin menghafal dan mempelajari Alquran?
Alquran tidak menghalangi kau dari pekerjaan.
Boleh kerja kalau memang butuh, tapi jangan tinggalkan Alquran. Alquran itu menambah keberkahan waktu. Terlebih jika kau memulai pagimu dengan membaca Alquran, maka kau akan merasakan dan melihat keberkahan di sepanjang harimu.

Bagaimana menggabungkan antara belajar di sekolah atau kuliah dan menghafal Alquran?
Bersyukurlah kepada Allah, ketika Allah memudahkanmu untuk memiliki semangat di dalam belajar Alquran, jika di zaman fitnah ini tapi Allah masih kasih semangat belajar Alquran ini adalah nikmat yang besar.

Demi Allah, Alquran akan memberkahi waktu dan urusanmu.
Jangan kira Alquran akan mengambil waktumu, justru Alquran akan menambah keberkahan dan menambah waktumu.

Di dalam sekolah-sekolah, seringkali justru yang menjadi siswa teladan adalah penghafal Alquran.
Ini semua adalah buah dari keberkahan Alquran -biidznillah-.

Penutup dari Ustadzah Manar حفظها الله (selaku moderator) :
Alquran adalah cahaya bagi hati.
Perjalanan bersama Alquran adalah proyek seumur hidup. Ia tidak akan berhenti dengan waktu tertentu.
Maka, hendaknya seseorang menyadari nikmat yang besar ini, nikmat bahwa Allah telah memilihnya dibanding hamba-hamba-Nya yang lain.
Ketika ia sadar bahwa Allah telah memilihnya untuk berada di jalan Alquran, maka jagalah nikmat ini dengan baik.

Semangat tidak diukur dengan usia.
Sebagaimana Syaikhah Nada حفظها الله memulai perjalanannya menghafal Alquran setelah selesai kuliah, yakni bukan di usia muda.
Tapi Alhamdulillah Allah memudahkan jalan beliau sampai kelak menjadi seperti sekarang.

Teruslah husnudzon, jangan putus asa, meski terkadang kita merasa sulit, tapi di dalam perjalanan ini ada rasa manis. Ketahuilah ini adalah jalannya orang-orang yang jujur kepada Allah, maka selama kita jujur, kita akan sampai ke tujuan meski membutuhkan waktu.

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
“Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan) Kami, sungguh Kami akan benar-benar menunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.”

Wallahua’lam bisshawab.
Sabtu, 3 Januari 2026

|https://t.me/shohibatulquran

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×

Omah Buku Muslim

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu